Aku memang sekarang tengah didunia masa kini, tapi hati masih tertinggal di yang udah lewat. Aku tau pikiran yang masi terpaku pada masa yg telah lewat itu merupakan kegilaan. Tapi aku masih saja terpaku pada sesuatu yang sudah kulepaskan kemarin.
Rasa nyesal semakin menggerogoti. Aku nyesal kenapa aku tidak bisa mempertahankanmu kmrin? Ego kita sama sama sedang menang. Perasaan kita yg kalah.
Titik kejenuhanku belum kutemukan smpai skrang. Titik mencintaimu smpai sekarang, mungkin hingga nnti akan slalu menggerogoti pikiran. Pertama aku melihatmu di suatu tempat aku sudah terpaku pada penglihatan yang ku anggap indah itu.
Aku sempat berfikir.. Yatuhan, itukah makhluk ciptaanmu? Makhluk itu mampu membuatku seperti org saiko.
Aku tidak ingin lebih mencintai makhluk ciptaanmu ketimbang mencintaimu Tuhanku.. Berikan aku batas sewajarnya aku mencintai makhluk ciptaanmu
Kesabaranku itu bukan seperti charger hanphone yg bisa diisi atau di ukur teus menerus, kamu tak pernah mengerti perjuanganku, perjuanganku mengalah disaat kau menciptakan konflik soal hubungan, komunikasi, sifat, perbedaan, atau soal perhatian.
Aku lelah, aku capek, aku hambar. Aku menyerah karna egoku, yaaaa ego kita memang selalu menang.. Hingga aku tidak memikirkan perasaanku sama sekali
Kamu. Walaupun sebentar mempir kehati aku, tolong jangan jadikan ini untuk pacarmu nnti. Tolong jangan contohkan sifat kamu sama aku kmrin k pasanganmu nnti.
Aku yakin masadepanmu lebih bahagia daripada kita.
No comments:
Post a Comment