Thursday, March 7, 2013

Selama........entahlah!

Aku berdiri disela sudut kamarku, berusaha mengukir dinding kamarku dengan namamu
sengaja kutuliskan itu.. agar aku tahu, kamu pernah berani masuk ke hati aku, sekarang
mungkin kamu lupa akan hal itu.
Kepedulianmu bertolakbelakang dengan perjuanganku, perjuanganku yang slama ini mempertahankanmu hingga akupun rela dipermainkan oleh aliran air mata tetes demi tetes yang membuat harusku beli tisu sebanyak mungkin.
Tisu adalah temanku dikala ku mengingatmu
mungkin, ini kelihatan idiot. Tapi disela idiotku aku menutupkan sifat munafikku yang tidak kuperlihatkan olehmu.
Diam-diam aku memperhatikanmu hanya lewat jejaring sosial, selamaa......entahlah, aku lupa

aku memperjuangkamu karna aku lebih memilih sifat anehku yang terlalu bodoh slalu mengingatmu ketimbang egoisku yang slalu purapura kelihatan tegar dihadapanmu.
Taukah kamu? Disetiap jeritan namamu yang meraung di mulutku, Setiap itulah kata rindu mulai mengiringi bibirku untuk berbicara hal yang kurindukan didirimu.
Darahku seolah berhenti, dadaku seolah tidak bernafas lagi, ya. Kelihatan memalukan
tapi entah mengapa aku menikmati ini.

No comments:

Post a Comment